Arsip Kategori: Bahasa

“Have a Kit Kat”

There’s a famous chocolate bar called “Kit Kat”. The TV commercial says, “Have a break, have a Kit Kat”. Well, this little baby is taking the commercial literally – he is following the exact meaning of the words “have a Kit Kat”. He is “having a kitty cat”! (“Kitty cat” is how a small child calls a cat.) Somehow, I don’t think the kitten (baby cat) is enjoying this!
Kit Kat
source

“OK, everyone get out and PUSH!”

I have had to push cars in my life, but never a jet airplane! I spent a year in Shandong Province, where this airline (the company that flies the airplanes) is from but I never saw any flooding (when the water gets higher and higher) like this. Amazing!
Push the plane
Source

Lagu “Lir ilir” – Sunan Kali Jaga – Kaya Makna

Taken from http://manto2008.wordpress.com

Lir-ilir, Lir Ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh temanten anyar

Cah Angon, Cah Angon
Penekno Blimbing Kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo Mbasuh Dodotiro

Dodotiro Dodotiro
Kumitir Bedah ing pinggir
Dondomono, Jlumatono
Kanggo Sebo Mengko sore

Mumpung Padhang Rembulane
Mumpung Jembar Kalangane
Yo surako surak Iyo!!!
Read the rest of this entry

Empat Jenis Manusia Berdasarkan Intensitas Berbicara

Manusia dibedakan empat jenis berdasarkan intensitas berbicara. Termasuk Jenis yang Manakah Anda?

 
 

Kakek-nenek kita dahulu sering mengatakan, “diam adalah emas”. Bagaimanakah menurut anda? Apakah kata mutiara ini memang kata “mutiara”? Mari kita bahas bersama-sama.

Saya tidak akan (dan tidak suka) completely argumentative yang mengantarkan pada kesimpulan yang sangat relatif dan subjektif. Kita akan menyepakati suatu landasan yang dengannya kita mengacu. Sebagai seorang muslim tentulah landasan yang paling valid adalah kitabullah (Al-Quran) dan sunnah (yang diketahui dari hadist) Nabi saw. Di antara yang paling relevan dengan topik kita adalah hadist nomor 15 dari Hadist Arba’in yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam shahihnya yaitu:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.” [al hadist]

Dari hadist ini, rasa-rasanya kita sudah bisa menebak bahwa “diam adalah emas” bukanlah konsep yang mutlak benar, namun tidak pula salah sama sekali. Saya merasa ungkapan “diam adalah perak” adalah konsep yang lebih tepat, mengapa? Mari simak pembahasan berikut.

Pada hadist riwayat Imam Bukhari di atas, Nabi saw menganjurkan kita agar berusaha untuk melakukan “berkata benar” terlebih dahulu, jika tidak bisa maka barulah diam dijadikan pilihan selanjutnya. Inilah makna Nabi saw menyebutkan terlebih dahulu fal yaqul khoiro (berkata yang benar) ketimbang yashmut (diam). Di sinilah seorang muslim dituntut untuk membiasakan diri mempertimbangkan kemanfaatan ucapannya sebelum mulutnya terbuka. Jika dirasa lebih bermanfaat maka hendaklah mengatakannya sedangkan jika kesia-siaan atau mudharatnya lebih besar ketimbang manfaatnya hendaklah menahan lisannya. Kembali membuka kitab Hadist Arba’in Imam Nawawi, di nomor 12 kita bisa menemukan hadist riwayat Tirmidzi berikut:

“Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” [al hadist]

Berdasarkan kedua hadist di atas, kita dapat membagi manusia menjadi empat golongan:

Golongan I

Adalah mereka yang banyak bicara dan perkataannya sia-sia. Mereka tidak mempertimbangkan terlebih dahulu apa yang ingin mereka katakan dan mengikuti kecenderungannya yang banyak bicara. Golongan inilah adalah golongan yang paling buruk harus kita hindari karena pertanda Islamnya tidak baik.

Golongan II

Adalah mereka yang mempunyai kecenderungan pendiam namun tidak mendorong diri untuk berbicara yang bermanfaat. Pada beberapa kesempatan dimana ia bisa mengingatkan seseorang atau berbagi ilmu namun tidak ia lakukan. Ini juga prilaku yang harus kita hindari. Kita harus senantiasa berusaha untuk bermanfaat bagi orang lain. Bukankah Nabi saw bersabda, “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak mamfaatnya bagi orang lain.” [HR Bukhari dan Muslim]

Golongan III

Adalah mereka yang diam karena khawatir akan menimbulkan kesia-siaan jika terlalu banyak bicara. Inilah golongan perak. Rasulullah saw berkata bahwa inilah orang-orang yang baik Islamnya. Namun seharusnya mereka tidak berpuas diri dengan peringkat peraknya. Hendaknya mereka memperdalam ilmu, wawasan, kepekaan, dan keterampilan berbicaranya agar dapat berhijrah ke golongan yang keempat.

Golongan IV

Merekalah para ulama, orang-orang yang berilmu. Nyaring bunyinya tetapi bukan tong kosong. Banyak bicaranya tapi dengan pembicaraannya ia bermanfaat bagi lingkungannya dan pada hakekatnya, dirinya sendiri. Nabi saw telah menobatkan mereka sebagai manusia yang terbaik. Ternyata ungkapan yang benar adalah “banyak bicara* adalah emas” (harap perhatikan tanda bintangnya karena maknanya krusial). Mudah-mudahan kita semua tergolong golongan ini. [kiriman Mohamad Sani, email: mohamad.sani@ui.edu
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ]

 

Fakta Dibalik Bahasa Inggris

Reposted from http://www.forumkami.com/forum/cafe/29883-fakta-dibalik-bahasa-inggris.html

Apakah Anda berpikir Anda tahu banyak mengenai bahasa Inggris? Simaklah sejumlah fakta menarik mengenai bahasa Inggris berikut:

* ‘Stewardesses’ adalah kata terpanjang yang dapat diketik di keyboard hanya dengan menggunakan tangan kiri Anda. Sedangkan untuk tangan kanan, ‘lollipop’ adalah yang terpanjang.
* Tidak ada kata dalam bahasa Inggris yang bersajak/berima dengan ‘month’, ‘orange’, ‘silver’, ‘purple’, ‘angst’ and ‘scalp’.
* ‘Dreamt’ adalah satu-satunya kata bahasa Inggris yang berakhir dengan huruf ‘mt’.
* Kalimat ‘The quick brown fox jumps over the lazy dog’ menggunakan setiap huruf yang ada dalam abjad.
* Kata ‘racecar’, ‘kayak’ dan ‘level’ dapat dibaca bolak-balik dari kiri ke kanan ataupun dari kanan ke kiri.
* Hanya ada empat kata dalam bahasa Inggris yang berakhir dengan suku kata ‘dous’, yaitu: ‘tremendous’, ‘horrendous’, ‘stupendous’ dan ‘hazardous’.
* Ada dua kata dalam bahasa Inggris yang menggunakan kelima huruf hidup secara berurutan (a, e, i, o, u), yaitu: ‘abstemious’ dan ‘facetious’.
* ‘Typewriter’ adalah kata terpanjang yang dapat diketik menggunakan huruf-huruf yang terdapat pada satu baris tombol keyboard (baris QWERTY).
* Huruf yang paling sering dipakai dalam bahasa Inggris adalah huruf ‘e’. Ini merupakan fakta baik dalam penggunaan bahasa Inggris secara umum, dalam karya fiksi dan non-fiksi, jurnalisme, kitab suci dan bahkan kode Morse!
* Untuk huruf konsonan, huruf yang paling sering dipakai adalah huruf ‘t’.
* Huruf yang paling sedikit digunakan dalam bahasa Inggris adalah ‘q’ – bukan ‘z’.
* Lima huruf yang paling sering muncul sebagai huruf pertama dalam kata bahasa Inggris – secara berurutan – adalah ‘t’, ‘o’, ‘a’, ‘w’ dan ‘b’.
* Hampir setengah dari seluruh kata bahasa Inggris diakhiri oleh huruf ‘e’, ‘t’, ‘d’ dan ‘s’.
* ‘The’ adalah kata yang paling sering digunakan dalam bahasa Inggris. Bila Anda tidak percaya, cobalah berbicara dalam bahasa Inggris standar yang benar selama 5 menit tanpa menggunakan kata ‘the’.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.